Gambar 1

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gambar 2

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gambar 3

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gambar 4

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gambar 5

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 08 November 2014

Ingin Panjang Umur? Terapkan Pola Hidup Sehat ala Orang Jepang

Setiap doa yang dipanjatkan ketika seseorang berulang tahun, pasti tak lepas dari kalimat “semoga panjang umur”. Namun, sebanyak apapun orang lain yang mendoakan kesehatan kita melalui kalimat tersebut, kalau kita sendiri tidak bisa menerapkan pola hidup sehat, maka semua tidak ada artinya.


Berbicara tentang umur yang panjang, negara Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki angka harapan hidup yang tinggi, yaitu 82,5 tahun. Tak hanya itu, tingkat obesitas warga Jepang hanya 3,5 % dari total penduduk negara tersebut. Tingkat kanker payudara, kanker prostat, dan penyakit jantung pun juga lebih rendah daripada negara barat. Mengapa demikian? Hal ini tak lepas dari pola hidup sehat yang warga Jepang terapkan sehari-hari. Apa saja itu?

1. Suka makan sayuran

Sayuran adalah salah satu makanan yang sehat bagi tubuh karena banyak mengandung serat dan vitamin. Orang Jepang dikenal sangat menyukai sayur, dan mereka sering menjadikan sayur sebagai komposisi untuk diet.


2. Membatasi makanan manis

Bila kita sering mengkonsumsi puding atau cake sebagai makanan penutup, orang Jepang lebih memilih teh hijau atau seporsi kecil buah. Kebiasaan ini tentu sangat berguna untuk membatasi asupan gula di dalam tubuh yang berperan dalam penambahan berat badan dan penyakit diabetes.


3. Variasi dalam Konsumsi Karbohidrat

Orang Jepang tidak makan nasi 3 kali sehari seperti warga Indonesia pada umumnya. Mereka punya cara tersendiri yaitu dengan mengkonsumsi udon (mie dari beras), soba (mie dari buckle wheat), dan sereal (gandum). Konsumsi karbohidrat yang variatif ini membantu mereka agar kadar karbohidrat dalam tubuh mereka tidak berlebihan. Selain nasi, kita punya singkong, jagung, dan kentang sebagai sumber karbohidrat. Kenapa tidak mulai memvariasikannya?


4. Konsumsi rumput laut

Orang Jepang sering menggunakan rumput laut dalam penyajian menu makanan mereka. Para ilmuwan dari Newcastle University melaporkan bahwa rumput laut kaya akan zat antioksidan dan senyawa alginat yang mampu menyerap lemak di dalam tubuh. Konsumsi empat kali lipat alginat dapat meningkatkan penyerapan lemak tubuh sebesar 75%. Mengkonsumsi rumput laut sangat cocok bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.


5. Minum teh hijau

Salah satu budaya Jepang yang sangat terkenal adalah budaya minum teh, terutama teh hijau. Teh hijau amat baik bagi kesehatan tubuh karena memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi yang membantu mempercepat metabolisme tubuh. Selain itu, menurut para ilmuwan dari University of Basel di Swiss, seperti yang dilansir Daily Mail, ekstrak teh hijau bisa memperbaiki cara kerja memori.


6. Perbanyak makan ikan

Sudah bukan rahasia umum jika orang Jepang suka mengkonsumsi ikan. Ikan adalah sumber makanan yang tinggi akan asam lemak omega 3 yang penting untuk kesehatan otak dan jantung. Orang Jepang mengonsumsi ikan sekitar 80-100 gram setiap hari.


7. Perbanyak konsumsi tahu

Perempuan Jepang sangat sedikit yang menderita penyakit osteoporosis karena mereka banyak mengkonsumsi salah satu olahan kedelai yaitu tahu. Tahu mengandung isoflavon tinggi yang baik untuk kesehatan hormon wanita dan menghindarkan mereka dari penyakit osteoporosis saat mereka memasuki masa menopause.


8. Konsumsi bakteri baik

Orang Jepang sering mengkonsumsi susu dan sayuran fermentasi seperti yogurt, miso, dan acar lobak, yang dapat menghasilkan bakteri baik untuk memelihara kesehatan usus. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri baik di dalam usus yang sehat memiliki kaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Sebanyak 80% sel-sel kekebalan tubuh kita berada dalam usus.


9. Mengolah makanan secara sederhana

Di Jepang, kebanyakan orang mengolah makanan secara sederhana, yakni dengan direbus, dipanggang, atau ditumis sebentar. Dengan cara masak seperti ini, bahan makanan tidak perlu melalui proses panjang memasak sehingga kerusakan nutrisi maupun radikal bebas yang terbentuk dari setiap proses memasak dapat diminimalkan. Kualitas makanan pun terjaga.


10. Berhenti makan sebelum kenyang

Makan memang bertujuan untuk mengenyangkan perut. Namun, orang Jepang memiliki prinsip “Hara Hachi Bu” atau berhenti makan sebelum benar-benar kenyang, setidaknya 80% kenyang. Coba saja, ketika Anda berhenti makan sebelum kenyang lalu menunggu beberapa saat,, Anda akan sadar bahwa sebenarnya tubuh tidak membutuhkan beberapa suapan lagi. Dengan prinsip ini, makanan lebih tercerna dengan baik, kalori terjaga, dan Anda pun tetap langsing dan sehat.


11. Perbanyak jalan kaki

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Jepang lebih memilih jalan kaki, naik sepeda, atau naik angkutan umum untuk pergi ke sekolah dan bekerja. Selain dapat mengurangi polusi udara, jalan kaki merupakan alternatif olahraga yang paling mudah dilakukan. Hasil penelitian Harvard University tahun 2012 menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 2 hingga 2,5 jam seminggu bisa menambah tujuh tahun hidup seseorang. Oleh karena itu, berjalan kakilah paling tidak 30 – 60 menit setiap hari.


Intinya, pola hidup sehat dan seimbang menjadi kunci bagi orang Jepang. Seperti yang kita tahu, mereka memang pekerja keras. Namun, kerja keras tersebut tetap diimbangi dengan pola makan sehat, banyak melakukan aktivitas fisik, dan berusaha menyempatkan waktu untuk beristirahat. 


Sumber : doktersehat.com

Jumat, 07 November 2014

Menopause Dini, Gangguan Reproduksi Wanita Usia Muda

Menopause atau berakhirnya siklus menstruasi pada wanita adalah sebuah kondisi alamiah yang akan dialami oleh semua wanita sejalan dengan bertambahnya usia. Menopause biasanya dialami oleh wanita saat berusia 40-an atau 50-an tahun. Pada beberapa orang, menopause datang lebih lambat, sementara untuk yang lainnya menopause justru datang terlalu cepat, yang disebut dengan menopause dini. Menopause dini dapat terjadi pada wanita muda bahkan ketika usianya baru 20an - 30an tahun. Apa penyebabnya?


Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya menopause dini, yaitu :

a. Operasi pengangkatan kedua indung telur

Kanker atau kista pada indung telur, apalagi yang telah membesar, sering menyebabkan sel kanker dan sel sehat sulit dibedakan. Sehingga, tidak menyisakan pilihan bagi tim medis selain melakukan operasi pengangkatan kedua indung telur.

b. Radiasi dan kemoterapi dalam pengobatan kanker

Proses radiasi yang seharusnya hanya mematikan sel-sel kanker kerap ikut mematikan sel-sel sehat dan mengganggu fungsi indung telur.

c. Sterilisasi atau pemotongan saluran telur ke rahim

Bila ada “kesalahan” dalam operasi, pembuluh darah yang menuju indung telur bisa ikut “terikat”. Akibatnya, sel-sel telur tidak berkembang dan lama-lama menstruasi tidak datang lagi.

d. Gangguan kromosom atau keterkaitan genetik

Bila seorang wanita mengalami menopause dini, biasanya ibu atau neneknya juga telah mengalami hal yang sama.

e. Merokok

Dari penelitian yang dipublikasikan dalam Menopause Journal, kebiasaan merokok disebutkan dapat meningkatkan resiko menopause dini. Wanita perokok mengalami menopause lebih cepat yaitu antara usia 43 – 50 tahun. Menurut Jennie Kline, ahli epidemiologis dari Columbia University’s Mailman School of Public Healthdi New York, ada dua teori mengapa merokok dapat menyebabkan menopause dini. Pertama, merokok memiliki efek membuat tubuh wanita mengesampingkan penggunaan estrogen. Kedua, zat-zat kimia pada asap rokok juga dipercayai bisa membunuh sel telur.

f.   Stress tinggi

Gejala menopause dini bisa memang menyebabkan pukulan emosional, sedih, shock, takut, dan cemas yang berujung pada stress. Tapi apakah stress saja dapat menyebabkan menopause dini? 
Dilansir di everydayhealth.com (21/9.2012), stress memiliki kemungkinan menjadi penyebab terjadinya menopause dini. Namun, belum cukup penelitian yang membuktikan bahwa stress saja dapat menyebabkan menopause dini. Ada faktor-faktor lain yang menyertai berupa gaya hidup tak sehat, seperti pola makan yang buruk, kecanduan kafein, peminum alkohol, olahraga berlebihan, dan lain-lain yang masih terus diteliti.


Selain menopause dini, ada juga istilah “menopause prematur” atau POF (Premature Ovarian Failure). Menopause prematur berbeda dengan menopause dini, meskipun keduanya sama-sama menyebabkan menstruasi terhenti. 

Bila menopause dini umumnya disebabkan karena tidak ada lagi ovulasi, wanita yang mengalami POF berhenti menstruasi karena tubuhnya tidak merespon terhadap sinyal untuk ovulasi, padahal indung telurnya masih berovulasi (memproduksi sel telur). Penyebabnya adalah penyakit autoimun, dimana tubuh mnghasilkan antibodi yang merugikan organ atau sel tubuh itu sendiri. Tidak seperti menopause dini, wanita penderita POF masih memiliki kemungkinan untuk hamil bila penyakit autoimun-nya dapat disembuhkan.

Gejala & komplikasi menopause dapat sama persis tanpa melihat apakah si wanita mengalaminya pada usia 20-an tahun (menopause dini dan prematur) atau pada usai 40 - 50an tahun (menopause normal). Gejala & komplikasi tersebut antara lain : sering buang air kecil, rasa kepanasan (hot flushes), keringat bertambah banyak sepanjang hari, tubuh cepat lelah, kulit dan vagina mengering, sulit tidur tanpa sebab yang jelas, ingatan yang buruk, hilangnya gairah seksual, cepat tersinggung dan cepat marah, dan beresiko terkena osteoporosis (pengeroposan tulang).

Gejala & komplikasi menopause bisa diringankan dengan terapi supportif seperti olahraga ringan (yoga, jalan kaki, bersepeda), menghindari asap rokok, mengurangi kafein, mencukupi asupan nutrisi yang baik (khususnya vitamin D dan calcium) melalui makanan sehat, banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung estrogen alami (kedelai, buah pepaya, bengkuang, terong), dan terakhir adalah dengan obat-obatan atau Hormon Replacement Therapy. Namun, cara yang terakhir ini harus melalui konsultasi dan di bawah pengawasan dokter. 


Sumber : pesona.co.id, intisari-online.com, everydayhealth.com 

Kebiasaan sehari-hari ini bisa mengurangi resiko Kanker Payudara

Banyak wanita melihat kanker payudara sebagai momok yang sangat menakutkan. Mengapa? Karena dibandingkan dengan pria, wanita memang lebih rentan terkena penyakit ini. Apalagi semakin lama jumlah penderita kanker payudara semakin bertambah. Saat ini saja, 1 dari 8 wanita tercatat beresiko mengidap kanker payudara. Nah, untuk mengurangi resiko kanker payudara, tidak ada salahnya jika Anda mulai menerapkan kebiasaan sehari-hari berikut :


1. Menghindari paraben

Paraben dan turunannya (methylparaben, propilparaben, butylparaben) adalah zat pengawet yang sering ditemukan dalam berbagai produk makanan dan kosmetik. Menurut temuan yang dipublikasikan Journal of Applied Toxicology tahun 2004, penggunaan paraben dalam jangka waktu lama dapat membahayakan tubuh. Paraben tidak selalu dapat dipecah dan dikeluarkan oleh tubuh, sehingga bertindak sebagai estrogen yang kemudian menumpuk di organ reproduksi. Pada perempuan, hal ini dapat memicu kanker payudara. Untuk mencegah kanker payudara, berusahalah memilih produk makanan dan kosmetik berlabel “Paraben free” atau hindari menggunakan produk berparaben dalam jangka waktu yang lama.


2. Menghindari BPA

Selain paraben, Bisphenol-A atau BPA juga termasuk senyawa penyebab kanker. Bahan kimia ini nyaris bisa ditemukan di segala benda, terutama yang terbuat dari plastik, seperti  botol plastik, dot bayi, hingga peralatan makan. Studi menyebutkan kandungan BPA dihubungkan dengan salah satu penyebab kanker payudara yaitu proses pubertas yang terlalu dini. Untuk upaya pencegahan, perhatikan setiap kemasan plastik dan pastikan bahannya berlabel “BPA free” atau tidak mengandung BPA. Alternatifnya, pilihlah kemasan yang terbuat dari stainless steel atau kaca daripada plastik.


3. Menghindari phthalate

Sama seperti paraben dan BPA, bahan kimia ini juga terdapat pada banyak produk, seperti pewangi udara, kosmetika, detergen, dan produk pembersih. Produk berbahan vinyl sudah bisa dipastikan mengandung Phthalate, karena zat ini bisa membuat bahan plastik menjadi lebih lembut dan lentur. Contoh yang tahun ini cukup marak diberitakan adalah gelang “loom band”, asesoris penuh kreativitas tapi mengandung 40% phthalate (sangat melebihi ketentuan Badan Pengujian Logam di Inggris yang hanya memperbolehkan kandungan Phthalate 0,1%). Pastikan label“Phthalate free” di kemasan produk yang ingin Anda beli.


4. Rajin “SADARI”

Tidak perlu langsung melakukan tes pemeriksaan di rumah sakit jika ingin mendeteksi kanker payudara. Anda cukup melakukan metode “SADARI” (periksa payudara sendiri) di rumah setiap bulan pada hari ke-7 hingga hari ke-10 setelah menstruasi. Hal-hal yang perlu diamati adalah ada tidaknya benjolan asing, perubahan bentuk, tekstur kulit, warna kemerahan, dan kerutan atau retraksi (penarikan kulit) pada payudara. Selain itu, lihat apakah ada kelainan pada puting (tertarik ke dalam) dan ada tidaknya cairan (nanah, darah) yang keluar dari puting. Segeralah berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami keanehan di seputar payudara, agar dapat dilakukan deteksi dini dan penanganan yang tepat.


5. Rajin berolahraga

Kegemukan dapat memicu sel lemak untuk memproduksi hormon estrogen lebih banyak. Kelebihan hormon ini dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Terlebih bila Anda masih kegemukan saat menopause atau mengalami peningkatan berat badan lebih dari 20 kg saat kehamilan. Untuk mendapatkan berat badan ideal, rajinlah berolahraga. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa rajin berolahraga (meskipun hanya ringan seperti jalan kaki ½ jam perhari) dapat menurunkan risiko kanker payudara.


6. Pola hidup sehat

Pola hidup sehat yang dimaksud antara lain tidak merokok / menghindari paparan asap rokok, tidak minum minuman beralkohol, dan makan makanan sehat. Seperti dilansir breastcancer.org, selain dapat merusak DNA pada sel, alkohol juga dapat meningkatkan level hormon estrogen dan hormon-hormon lain yang berhubungan dengan hormon-reseptor positif kanker payudara. Sedangkan rokok, bukan rahasia umum lagi, memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan salah satunya menyebabkan kanker.

Untuk makanan sehat, perbanyaklah makan ikan, sayuran hijau, dan minyak sehat seperti zaitun. Ikan tertentu seperti salmon, cod, dan tuna memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang menyehatkan dan mampu mencegah kanker atau penyakit kronis lainnya. Lemak sehat yang dibutuhkan tubuh untuk menangkal radikal bebas juga terdapat pada minyak zaitun. Sedangkan, pada sayuran berwarna hijau seperti brokoli ada antioksidan yang berperan dalam menghentikan penyebaran kanker.

 
Guna mendukung upaya-upaya tersebut, lakukan deteksi estrogen di rumah sakit atau di laboratorium klinik secara berkala. Jika kadar hormon estrogen Anda berlebih, konsultasikan dengan dokter untuk menemukan cara menormalkan kadar hormon tersebut. 


Sumber : doktersehat.com, breastcancer.org 

Melati, Puspa Nasional yang Kaya Manfaat Kesehatan

Aktivitas yang padat terkadang membuat orang lupa akan kesehatan. Terlebih jika sering melakukan aktifitas di luar ruangan sehingga tubuh mudah terkena radikal bebas. Maka dari itu, melakukan perawatan tubuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran amatlah penting. Salah satu caranya adalah melalui pengobatan alami menggunakan bunga melati.

Siapa yang tak kenal bunga melati? Bunga yang harum, indah, dan mungkin juga lekat dengan pesona mistis ini termasuk salah satu puspa nasional Indonesia. Memiliki nama ilmiah Jasminum officinale, bunga melati dikenal hanya sebatas tanaman hias dan bahan campuran parfum. Lebih dari itu, ternyata bunga melati menyimpan banyak manfaat untuk pengobatan dan telah digunakan sejak berabad-abad lalu.

Hal ini tak lepas dari kandungan zat-zat kimia di dalam bunga melati, seperti minyak eteris, asam format, asam asetat, asam benzoat, linalool, asam salicylat, benzyl linalool ester, methyl linalool ester, benzyl alcohol, indol, methyl anthranilate, sesquiterpene, sesquiterpenalcohol, phytol, isophytal, phytyalacetate, hexenyl benzoat, methyl palmitate, methyl linolenate, geranyl-linaloal, dan jasmon.

Bunga melati menawarkan banyak manfaat kesehatan antara lain :

1. Sebagai aroma terapi (penenang)
Dilansir diDaily Mail, ada sebuah penelitan ilmiah yang dipimpin Professor Hanns Halt dari Ruhr University yang menemukan bahwa dibandingkan dengan ratusan wewangian lainnya, wangi melati adalah yang paling efektif meningkatkan GABA hingga 5 kali lipat. GABA adalah senyawa alami yang ada di otak yang berfungsi untuk meredakan kegelisahan. Sehingga, minyak melati banyak digunakan sebagai aroma terapi untuk mengobati ketegangan saraf, apatis, kecemasan, depresi, gangguan saraf, dan efek negatif lain dari stress.


2. Mengobati gejala umum infeksi saluran nafas
Menghirup aroma bunga melati diketahui bisa menghilangkan infeksi pada sistem pernapasan dan meringankan pilek serta batuk.


3. Sebagai antiseptik alami
Bunga melati dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam infeksi kulit karena memiliki sifat antikuman, bakterisida, dan fungisida yang sangat efektif. Sehingga, bunga ini direkomendasikan sebagai antiseptik alami.


4. Mencegah kanker dan proses penuaan
Bunga melati mengandung zat antioksidan untuk memerangi radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas berbahaya bagi tubuh manusia karena dapat mempercepat proses penuaan, dan memicu perkembangan sel kanker.


5. Sebagai aprodisiak alami
Teh dan minyak melati merupakan aprodisiak alami yang sangat kuat sehingga direkomendasikan untuk meningkatkan libido, kekuatan seksual, merangsang dorongan seksual, dan bahkan mungkin mengobati infertilitas pada pria dan wanita.


6. Sebagai detoksifikasi
Riset menunjukkan bahwa melati bisa menjadi detoksifikasi aman yang dapat digunakan oleh hampir semua orang untuk menghilangkan racun dari tubuh. Sehingga, melati pun bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan hati (hepar), organ yang berperan dalam menteralisir racun dalam tubuh.

Selain itu, bunga melati juga berkhasiat untuk mengobati bengkak karena gigitan lebah, mata merah atau meradang, mengatasi produksi ASI yang berlebih, menguatkan dan menyuburkan rambut, insomnia (susah tidur), demam dan sakit kepala, nyeri otot dan sendi, dan mengatasi diare. Namun demikian, masih dibutuhkan penelitian lain yang lebih lanjut untuk membuktikan indikasi-indikasi tersebut. 

Sumber : health-kompas.com, webmd.com  

Tips Sehat dan Bugar di Masa Pancaroba

Di masa pancaroba (pergantian musim) seperti sekarang ini, kondisi cuaca biasanya tidak menentu. Kadang siang panas terik, sore hujan deras, dan malamnya suhu udara sangat dingin. Kondisi cuaca seperti ini berpotensi mengundang berbagai macam penyakit, terutama infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Banyak orang yang menderita ISPA dan menular begitu cepat pada orang lainnya. Suhu udara yang tidak stabil memang membuat tubuh manusia lebih rentan terhadap penyakit, apalagi ISPA yang penularannya melalui udara sekitar.

Penyakit ISPA ditandai dengan gejala awal yaitu batuk, pilek, ILI (influenza like illness) disertai bersin-bersin, dan peningkatan suhu tubuh (demam) di atas 37°C. Pada influenza, biasanya terjadi demam sekitar 38°C hingga 40°C. Selain itu, kepala terasa sakit, juga otot-otot dan sendi-sendi terasa lelah, kurang nafsu makan, suara parau, batuk yang tidak produktif, sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak memerah, radang mata, keluar ingus, dan kongesti hidung. Pada anak-anak, peningkatan suhu tubuh biasanya lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Gejala-gejala tersebut berangsur-angsur berkurang dan biasanya akan hilang sesudah 3-5 hari, namun batuk dan rasa lemah serta keletihan tetap berlangsung beberapa hari kemudian.

Penyakit pada musim pancaroba dapat menyerang siapa saja, namun biasanya lebih sering pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah, memiliki mobilitas tinggi, dan pada anak-anak. Guna menghindari potensi penyakit-penyakit tersebut, dan untuk mengantisipasi agar tubuh tetap sehat dan bugar selama masa pancaroba, berikut kiat-kiatnya :

1. Perbanyak Minum Air. Dehidrasi dapat menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Pastikan kebutuhan asupan cairan tubuh terpenuhi dalam keseharian Anda dengan meminum air yang bersih dan matang paling tidak 8 gelas per hari.

2. Konsumsi Makanan Bergizi. Untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang baik diperlukan makanan yang sehat, bersih, cukup jumlahnya, dan harus memenuhi unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

3. Istirahat yang Cukup. Guna mengembalikan energi yang dikeluarkan untuk aktivitas sehari-hari, istirahat yang cukup sangat diperlukan karena kurang istirahat juga dapat menurunkan daya tahan tubuh.

4. Hindari Stres. Stress memiliki dampak negatif seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang, dan dapat menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh. Cara menghindari stres yang paling mudah adalah berpikir positif, tersenyum, dan membuat diri kita bahagia. Pikiran yang positif dan bahagia, akan berpengaruh baik pada kesehatan tubuh.

5. Berolahraga Ringan Secara Teratur. Olahraga rutin diperlukan untuk membantu tubuh tetap fit dan stamina tubuh terjaga dengan baik. Pilihlah olahraga ringan seperti jogging, senam, treadmill, bersepeda, atau sekedar berjalan kaki keliling kompleks. Durasi waktu untuk berolahraga minimal 15 -30 menit dalam sehari.

6. Jaga Kebersihan Badan. Menjaga kebersihan badan berfungsi untuk menghindari penularan penyakit dari lingkungan. Kebersihan badan dapat dijaga misalnya dengan mencuci tangan sebelum makan dan mencuci muka atau mandi setelah beraktivitas di luar rumah. Mengapa? Karena virus dan bakteri dari luar dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui mulut, hidung, ataupun kulit.

7. Jagalah Kebersihan Lingkungan. Selain kebersihan badan, kebersihan lingkungan juga perlu dijaga. Minimal dengan membersihkan kamar dan rumah secara rutin. Cucilah seprei, sarung bantal, guling dan lainnya seminggu 2 kali agar debu yang menempel tidak menumpuk. Selain itu, buanglah sampah pada tempatnya.

8. Pakai Pakaian Sesuai Suhu Udara. Saat udara dingin gunakanlah pakaian yang tebal agar tubuh terlindung dari udara dingin secara langsung. Sebaliknya jika cuaca panas jangan gunakan pakaian yang tebal. Gunakan pula payung untuk melindungi kepala dan tubuh dari teriknya sinar matahari.

9. Konsumsi Suplemen yang Tepat. Sebagian besar dari kita sulit memenuhi kebutuhan gizi harian melalui makanan, sehingga memerlukan suplemen tambahan terutama di masa pancaroba ini. Pilihlah suplemen yang mengandung vitamin C dan zinc, karena telah terbukti mampu mendongkrak daya tahan tubuh. Pilihlah suplemen yang tepat dan minumlah sesuai kebutuhan tubuh.

10. Gunakan Masker penutup hidung terutama jika aktivitas Anda banyak berada di lingkungan yang berdebu dan berudara kotor (berpolusi), jika Anda sedang sakit, ataupun ketika berada di antara teman / keluarga yang sakit. Memakai masker adalah salah satu cara yang efektif untuk melindungi saluran pernafasan Anda.

Anda bisa mendapatkan produk-produk suplemen tambahan dan masker penutup hidung dengan mengunjungi
Apotek Iqfar Farma. Salam Sehat..

Sumber : klikdokter.com 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More